Fakultas Ekonomi
MUHAMAD INSAN BINTANG
26214954
1EB15
MANUSIA & PENDERITAAN
DAFTAR ISI
Manusia Dan Penderitaan…………….………………………………… 3
Pengertian Manusia……………………………………………………… 3
Pengertian Penderitaan………………………………………………….. 4
Kaitan antara Manusia dan Penderitaan…………………………………
7
Pengertian dan Jenis
Siksaan…………………………………………... 8
Kesimpulan……………………………………………………………… 10
Daftar Pustaka…………………………………………………………… 11
Menurut pengetahuan saya, manusia dan
penderitaan sudah merupakan hal yang wajar terjadi didalam kehidupan.
Penderitaan sudah pasti terjadi karena pada dasarnya manusia selalu akan
menghadapi kesenangan ataupun penderitaan dalam hidupnya karena ini adalah
salah satu resiko dari hidup. Berikut akan dijelaskan pengertian manusia dan
juga pengertian dari penderitaan.
A. Pengertian Manusia
Seperti
tugas-tugas yang sebelumnya, setahu saya dalam islam, manusia merupakan makhluk
ciptaan Tuhan YME yang sengaja diciptakan untuk menjadi seorang khalifah atau
pemimpin di muka bumi. Manusia ditugaskan untuk mengelola bumi ini dengan
sebaik-baiknya, menjaga kelestarian alam sekaligus memeliharanya dari
kerusakan, dimana mereka juga harus saling bersosialisasi dan bekerja sama
dengan manusia lainnya untuk saling bergotong royong memelihara kelestarian
alam, karena pada dasarnya manusia adalah mahkluk yang tidak dapat berdiri
sendiri tanpa bekerja sama dengan manusia lainnya. Didalam perjuangan mereka
dalam mengelola bumi ini, manusia pasti akan selalu bertemu dengan yang namanya
penderitaan dan kesenangan. Penderitaan biasanya adalah langkah awal untuk
mencapai sebuah kesenangan dan juga kesejahteraan dalam hidup. Ingatlah bagaimana perjuangan nenek moyang
kita, Nabi Adam AS dan Siti Hawa, saat mereka pertama kali diturunkan ke dalam
Bumi ini. Pada saat itu, mereka terpisah dengan sangat jauh. Sama-sama turun
dibumi namun mereka tidak mengetahui dimanakah letak pasangan mereka itu.
Setelah sekian lama mengalami penderitaan dalam mempertahankan hidup di bumi
yang masih belum terjamah sama sekali oleh manusia, akhirmya mereka saling
bertemu di tempat yang bernama Arafah. Pada akhirnya penderitaan dan perjuangan
panjang mereka untuk saling mencari satu sama lainnya terobati sudah dengan
pertemuan mereka. Hal ini juga sangat menggambarkan kehidupan manusia pada
dewasa ini. Bila ingin meraih kesuksesan, kebahagiaan, dan kesenangan, manusia
harus berusaha terlebih dahulu untuk mendapatkannya. Terkadang, dalam usaha
untuk mendapatkannya, manusia harus melalui berbagai perjuangan dan
penderitaan.
Bila semua perjuangan dan penderitaan itu bisa
kita jalani dengan sabar dan tekun, tentu saja kita akan mendapatkan hasil dari
jerih payah kita itu. Ibarat pepatah “Berakit-rakit kehulu, berenang-renang
ketepian. Bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang kemudian.” Artinya, hidup itu
penuh dengan perjuangan. Untuk bisa mendapatkan tujuan kita, kita harus tahu bagaimana
cara untuk mencapai hal itu, berusaha dengan sungguh-sungguh disertai dengan
doa, dan berkorban baik itu tenaga, pikiran ataupun waktu, sehingga kita bisa
mendapatkannya. Ingatlah bahwa kita harus selalu berjuang dengan pantang
menyerah. Ingatlah bila kita sedang berusaha, penderitaan itu hanyalah awal dari
keberhasilan. Man jadda wa jadda, siapa yang besungguh-sungguh, maka akan
berhasil. Jadi, perjuangkanlah kesuksesanmu walaupun engkau harus menhadapi
jalan yang sukar, karena penderitaan terkadang hanyalah ujian dari Tuhan YME
untuk melihat kesungguhan kita dalam berjuang mendapatkan Rahmat-Nya.
B. Pengertian Penderitaan
Menurut pengetahuan saya, penderitaan adalah segala
hal yang terasa berat dan tidak menyenangkan yang kita rasakan dalam menempuh
kehidupan di dunia ini, baik penderitaan lahir ataupun penderitaan bathin.
Penderitaan dapat muncul kapan saja baik saat kita sedang berjuang meraih
kesuksesan, saat sedang mengalami musibah, saat sedang mengalami konflik dengan
orang yang kita cintai, dan juga saat kita sedang melakukan kesalahan terhadap
orang lain, diri sendiri atau bahkan kesalahan yang menyebabkan kita berdosa
terhadap Tuhan YME. Segala penderitaan yang kita alami tidak boleh dirasakan
terlalu berlebihan dan berlarut-larut. Sebaiknya, bila kita sedang mengalami
penderitaan, kita harus segera melupakan penderitaan itu. Terkadang kita dapat
belajar dari penderitaan yang kita alami. Sebagai contoh, seseorang yang sedang
berkendara tiba-tiba saja motornya mati. Misalnya pada saat itu terjadi pada
malam hari dan hampir semua bengkel tutup, namun didalam hatinya dia tetap
optimis bahwa masih ada bengkel yang buka pada malam itu. Dia terus mendorong
motornya walau harus menempuh jarak yang cukup jauh untuk bisa mencapai bengkel
yang pertama. Sesampainya di bengkel yang pertama, ternyata bengkelnya tutup.
Lalu, dia melanjutkan mendorong motornya sampai menemukan bengkel lain.
Akhirnya setelah lama mendorong, dia menemukan bengkel yang kedua, ternyata
tutup juga. Begitupun bengkel yang ke tiga. Walau cukup frustasi dan lelah
karena sudah mendorong motornya sampai jauh, didalam hatinya dia tetap teguh
pada pendiriannya untuk melanjutkan perjuangannya mencari bengkel yang masih
buka dan pada akhirnya kegigihannya dalam mencari bengkel yang masih buka
membuahkan hasil. Terdapat sebuah bengkel yang masih buka. Setelah dilakukan
pemeriksaan, ternyata busi motornya sudah rusak dan harus diganti. Dari
pengalamannya, dia akhirnya dapat memetik sebuah pelajaran berharga dimana dia
tidak boleh lagi telat dalam mengganti busi dan lebih rajin melakukan
pemeriksaan terhadap kendaraannya agar penderitaan yang sama tidak terjadi
lagi.
Dari ilustrasi tersebut, dapat dimengerti bahwa
penderitaan terkadang membuat kita mendapatkan pelajaran yang berharga. Jangan
pernh menyerah hanya karena menderita. Bila kita berhasil melalui berbagai
penderitaan kita dengan usaha yang sungguh-sungguh, kita pasti bakal memetik
manfaatnya baik untuk saat ini maupun manfaat untuk yang akan datang. Dalam
menghadapi penderitaan, seorang manusia harus memiliki Iman yang kuat agar
tidak tergoda untuk menjerumuskan dirinya kepada hal-hal negatif akibat tidak
tahan terhadap penderitaannya, seperti bunuh diri, melampiaskan penderitaan
dengan menggunakan Narkotika, melakukan pencurian, penculikan, atau bahkan
pembunuhan. Bunuh diri merupakan salah satu cara seseorang menempuh jalan
pintas untuk keluar dari permasalahannya di dunia ini. Tindakan ini sangat tidak
benar karena agama manapun melarang kita untuk melakukan bunuh diri. Bunuh diri
tidak akan pernah menyelesaikan masalah, tetapi menjerumuskannya pada masalah
baru di akhirat kelak karena Allah SWT tidak akan pernah mengampuni orang-orang
yang berputus asa dijalannya yang melakukan bunuh diri. Begitupun pada
orang-orang yang melampiaskan penderitaannya dengan menggunakan narkotika.
Padahal, narkotika hanya akan memberikan kesenangan yang sesaat, dimana masalah
yang dihadapinya tidak akan selesai dan justru menambah masalah baru, seperti
tubuhnya yang mengalami ketergantungan pada zat tersebut dan akhirnya hancur,
dan juga terperangkap masalah lain
seperti tertangkap oleh pihak yang berwajib dan dijebloskan dalam dipenjara.
Jadi bukannya menyelesaikan masalah tanpa masalah, justru menambah masalah
dengan masalah. Begitu juga dengan orang-orang yang memilih jalan pintas atas
penderitaan mereka dengan cara mencuri, membunuh, dan sebagainya. Dalam kasus
pencurian, misalnya. Seseorang berani merampok barang milik orang lain hanya
untuk mendapatkan harta yang hanya sesaat. Ingatlah, itu hanyalah harta yang
sesaat karena harta itu tidak akan mendapatkan berkah dari Allah SWT dan hanya
akan merugikan diri sendiri dan juga orang lain. Akibatnya, bisa saja dia dihakimi
oleh masyarakat setempat, dipenjara, atau bila mereka lolos sampai akhir
hayatnya, di akhirat kelak dia akan tetap mendapatkan siksa yang pedih dari
Allah SWT. Melakukan pembunuhan, misalnya. Seseorang membunuh penagih hutang
karena khawatir terus dikejar-kejar oleh hutangnya.
Orang yang melakukan hal-hal tersebut pikirannya
sangatlah pendek dan bodoh, karena mereka tentu akan tahu bahwa kasus
pembunuhan ini pasti cepat lambat akan ketahuan, dan bila ketahuan selain
didenda atas utangnya, dia akan masuk dalam penjara atau bahkan dihukum mati.
Di akhirat kelak pun mereka akan mendapatkan siksaan yang pedih. Jadi bukannya
mengatasi masalah dengan pikiran yang jernih, justru mereka hanyalah
menjerumuskan diri mereka sendiri dengan menambah masalah yang baru. Ingatlah
bahwa semua agama melarang untuk melakukan pencurian maupun pembunuhan. Karena
itu, perkuatlah Iman kalian menurut agama dan kepercayaan masing-masing,
berusahalah dengan sebaik-baiknya, janganlah menyerah dengan segala penderitaan
yang kalian alami, atasilah penderitaan kalian, berdoalah, dan perjuangkanlah
apapun cita-cita kalian agar kelak kita akan mendapatkan hasil dari jerih payah
kita tersebut dikemudian hari.
C.
Kaitan antara Manusia
dan Penderitaan
Secara sederhana, kaitan antara
manusia dan penderitaan adalah manusia tidak akan pernah lepas dari penderitaan
karena penderitaan adalah proses awal untuk memperoleh suatu hal, baik itu
memperoleh pengetahuan, memperoleh pekerjaan, memperoleh penghasilan,
memperoleh pasangan hidup, dan lain sebagainya. Seorang Ibu yang melahirkan anaknya tentu akan
mengalami penderitaan dalam menahan rasa sakit sampai anaknya lahir di dunia
ini. Seorang pelajar pasti akan merasakan proses yang melelahkan dan membuat
menderita dalam proses belajar, seperti mendapatkan nilai yang jelek atau
bahkan sampai tidak naik kelas, sampai pada akhirnya bila dia terus berjuang,
dia akan memahami apa yang telah dipelajarinya. Seseorang harus mengalami
berbagai penderitaan sampai akhirnya mendapatkan pekerjaan yang diinginkannya,
seperti terus belajar mempersiapkan tes interview, lamaran ditolak, dan lain
sebagainya sampai pada akhirnya dia akan mendapatkan pekerjaan itu bila terus
mencoba dan berjuang secara sungguh-sungguh.
Begitu juga dalam memperjuangkan pasangan hidup. Tentu kita harus
mencarinya terlebih dahulu, mengenalnya, sampai proses lebih jauh seperti siap
untuk menafkahinya kelak. Semua itu butuh akan adanya perjuangan, dan
perjuangan tidak akan pernah lepas dari yang namanya penderitaan. Maka dari itu, manusia tidak akan pernah lepas
dari yang namanya penderitaan, dan penderitaan adalah proses awal yang dihadapi
manusia dalam memperjuangkan suatu hal, sampai pada akhirnya dia mendapatkan
apa yang telah diperjuangkannya. Jadi, janganlah menyerah atas berbagai penderitaan
yang kalian alami, karena pada dasarnya penderitaan adalah proses awal untuk
mencapai sebuah keberhasilan.
E.
Pengertian dan Jenis Siksaan
Siksaan
dapat diartikan sebagai sebuah tindakan yang dapat membuat orang merasakan
penderitaan dan merasakan efek jera, dimana siksaan dapat dibagi menjadi
siksaan terhadap fisik atau jasmani, dan bisa juga diartikan sebagai siksaan
terhadap rohani, yaitu psikologis dan batin. Seseorang akan merasakan siksaan
biasanya pada saat dia melakukan perbuatan yang menyimpang. Siksaan bisa datang
dari orang lain, sampai datang dari Tuhan YME. Siksaan yang datang dari orang
lain, misalnya saat ada seseorang yang melakukan tindakan pencurian. Bila
tertangkap basah, biasanya masyarakat sekitar akan menghukum pelaku dengan
hukum rajam seperti dipukuli sampai babak belur bila pihak berwajib seperti
polisi belum hadir. Bila seseorang melakukannya di daerah Arab Saudi, tentu dia
akan mendapatkan hukuman berupa hukum kisos, yaitu membalas perbuatannya
setimpal dengan yang dilakukannya. Biasanya seseorang yang melakukan pencurian
di daerah ini akan mendapatkan hukuman berupa pemotongan terhadap tangannya.
Sedangkan di Indonesia biasanya pelaku
tindakan pencurian akan mendapatkan hukuman siksaan berupa hukuman penjara,
yang diharapkan akan membuat pelaku menjadi jera dalam melakukan perbuatan
tersebut. Contoh lain adalah saat seseorang melakukan perzinahan. Biasanya,dalam Islam bila orang tersebut sudah menikah akan
mendapatkan hukuman siksaan berupa dilempari batu sampai dia meninggal dunia.
Contoh lainnya lagi adalah saat seseorang melakukan pembunuhan ataupun
perbuatan korupsi. Kita dapat melihat dikehidupan nyata bahwa para pelaku
korupsi akan dijatuhi berbagai hukuman, baik hukuman penjara atau bahkan disita
hartanya atau dimiskinkan agar mereka menjadi jera. Dan bagi pelaku pembunuhan,
biasanya mereka akan mendapat hukuman siksa berupa penjara seumur hidup atau
bahkan hukuman mati.
Contoh
penyiksaan terhadap psikologis atau jiwa, misalnya seseorang melakukan
penyimpangan sosial seperti melakukan usaha secara ilegal seperti pekerja seks
komersial. Mayoritas dari mereka tidak akan mendapatkan tempat didalam
masyarakat karena mayoritas masyarakat menganggap mereka sebagai orang yang
sangat rendah akhlaknya. Mungkin saja dalam suatu masyarakat, para pelaku
penyimpangan seperti para psk ini akan dikucilkan oleh masyarakat, dan mereka
akan diasingkan oleh masyarakat sehingga mereka akan mendapatkan siksaan batin
berupa pengucilan dari masyarakat. Dari contoh-contoh diatas, kita dapat
melihat bahwa siksaan ditujukan agar dapat memberikan efek jera bagi para
pelaku penyimpangan. Siksaan ini juga dapat membawa efek yang negatif misalnya
orang yang diasingkan akan merasakan kesepian dan ketakutan yang luar biasa
sampai pada akhirnya dia akan melakukan bunuh diri. Memang, siksaan yang
bersifat psikis itu ada dampak positif dan negatifnya. Positifnya, bila hukuman
itu dapat membuat seseorang merasa jera dan akhirnya kapok agar tidak
melakukannya lagi karena dia merasa kesepian, karena pada dasarnya manusia
tidak dapat hidup sendiri. Dampak negatifnya, siksaan terhadap psikologis bisa
saja membuat seseorang menderita gangguan jiwa dan dapat membuat dia melakukan
tindakan kriminal lain yang lebih berbahaya.
Siksa lain
yang akan datang kelak adalah siksa dari Tuhan YME, yaitu Allah SWT. Di dalam
Al-Qur’an, Allah SWT telah menjanjikan azab yang pedih bagi para pelaku dosa
seperti orang-orang yang telah melakukan pembunuhan, pencurian, perzinahan,
kemaksiatan, dan sebagainya. Azab itu tidak lain adalah azab berupa siksa
kubur, siksa padang Mansyar, dan pada akhirnya adalah siksa api neraka. Bukan
Allah yang menganiaya para pelaku dosa, tetapi mereka sendirilah yang
menganiaya diri mereka sendiri dengan dosa-dosa yang telah mereka lakukan
sendiri. Sebagai seorang yang beriman, kita harus menghindari berbagai
perbuatan yang dapat menjerumuskan kita kedalam dosa. Karena bukan hanya akan
mendapatkan hukuman di dunia, tetapi juga akan mendapatkan siksaan berat dari
Allah SWT di akhirat kelak. Karena itu, lindungilah diri sendiri dengan
kekuatan Iman agar kita tidak melakukan hal-hal yang membuat kita akan
mendapatkan hukuman ataupun siksaan, baik di dunia maupun di akhirat kelak.
Kesimpulan
Manusia
pada dasarnya tidak akan pernah lepas dari penderitaan. Dalam prosesnya untuk
mendapatkan suatu hal, manusia pasti akan menemui berbagai kesulitan dan
penderitaan. Pada dasarnya manusia pasti akan menemui kegagalan dalam proses
untuk berhasil. Yang perlu dibangun adalah kekuatan mental dan iman, karena
bila kedua hal tersebut sudah tertanam dalam diri setiap manusia, sudah pasti
kita tidak akan pernah menyerah dalam mengatasi berbagai kesulitan dan
penderitaan sehingga kita akan selalu bangkit saat menemui kegagalan. Jangan
pernah mengeluh saat kita menemui kesulitan, karena Allah SWT tidak pernah
memberikan cobaan diluar batas kemampuan kita. Bila kita sedang mendapatkan
cobaan berupa kesulitan dan penderitaan, yakinlah bahwa kita hanya sedang diuji
oleh Tuhan untuk meningkatkan kualitas Iman kita terhadap-Nya, dan yakinlah
bahwa bila terus berusaha dengan pantang menyerah, kita bisa mengatasi
penderitaan kita dan pada akhirnya kita akan mendapatkan hasil dari jerih payah
kita. Intinya, jangan pernah menyerah saat sedang menderita, dan yakinlah bahwa
penderitaan yang kita hadapi hanyalah awal dari jalan keberhasilan. Jadilah
seorang manusia yang pantang menyerah, selalu berdoa dan bersungguh-sungguh terhadap
hal yang kita jalani. Maka niscaya kita akan meraih kesuksesan dimasa yang akan
datang.
Daftar Pustaka
Muchji, Ahmad dan Nugroho, Widyo.Digital Books//Ilmu Budaya
Dasar. Universitas Gunadarma. Jakarta: 1996
Tidak ada komentar:
Posting Komentar